Rangkuman Lecture Notes Managing Entrepreneural Organization and Leadership

Rangkuman ini lebih cocok buat yang sudah/pernah kerja, karena materi Managing Entrepreneural Organization and Leadership itu lebih banyak aplikasinya. Di Onenote, rangkuman ini berhasil dicompress jadi 16 halaman aja dari 196. Kalau mau PDFnya bilang aja di WA ya.

Rangkuman Managing Entrepreneural Organization and Leadership Week 1-5

Week 1 : Pola Pikir Wirausaha, Kewirausahaan dalam Perusahaan, Cara Menghasilkan dan Mengeksplorasi New Entry

Kewirausahaan memainkan peran penting dalam penciptaan dan pertumbuhan bisnis, bahkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah maupun negara.

Mengingat sifat dari pengambilan keputusan, wirausahawan harus (1) berpikir secara struktural, (2) terlibat dalam bricolage, (3) efektif, dan (4) beradaptasi secara kognitif.

Bricolage adalah wirausahawan menerapkan kombinasi sumber daya yang ada dengan peluang baru. Artinya, mengambil sumber daya yang ada lalu mengemas ulang sehingga dapat menciptakan peluang.

Contohnya droopship itu sudah bricolage.

Latar Belakang Dan Karakteristik Wirausaha

  • Pendidikan memainkan peran utama dalam membantu wirausahaan mengatasi masalah yang dihadapi
  • Usia
  • Pengalaman kerja

Pengusaha sukses sering dipandang sebagai katalis oleh pengusaha potensial. Model peran juga dapat melayani dalam kapasitas yang mendukung sebagai mentor selama dan setelah peluncuran usaha baru.

Dalam entrepreneurship ada sustainability. Balik lagi, pilar ecology, economy, social.

Manajemen kewirausahaan berbeda dengan manajemen tradisional dalam delapan dimensi yaitu (1) orientasi strategis, (2) komitmen terhadap peluang, (3) komitmen sumber daya, (4) kendali atas sumber daya, (5) struktur manajemen, (6) filosofi penghargaan, (7) orientasi pada pertumbuhan, dan (8) budaya kewirausahaan

Meskipun perusahaan yang dikelola secara tradisional juga berkeinginan untuk tumbuh, tetapi mereka lebih suka dengan pertumbuhan yang lambat tetapi kecepatan yang stabil. Artinya, mereka lebih memilih langkah pertumbuhan yang “dapat dikelola” karena tidak “mengganggu kestabilan perusahaan” dengan menempatkan sumber daya yang dikontrol perusahaan.

Leadership characteristics of a corporate entrepreneur

  • Understands the environment
  • Visionary and flexible
  • Creates management options
  • Encourages teamwork
  • Encourages open discussion
  • Builds a coalition of supporters
  • Persists

Kewirausahaan perusahaan membutuhkan empat karakteristik: kemampuan untuk mendorong kerja tim dan menggunakan pendekatan multidisiplin

Membangun kewirausahaan dalam organisasi

  • Harus sync antara manajemen atas, tengah, bawah. Kalau top level sudah firm selama 3 tahun untuk komitmen kewirausahaannya, maka bisa disosialisasikan ke bawahan bawahannya
  • Harapan goal program harus ditetapkan
  • Harus menggunakan tech untuk lebih fleksibel
  • Training harus didukung dan konsisten, misalnya sehari sebulan.
  • Mengembangkan cara lebih dekat ke pelanggan
  • Perusahaan belajar berhemat
  • Membangun support system kuat untuk kewirausuahaan perusahaan. Jangan jadi secondary.
  • Insentif

New Entry

Menghasilkan dan mengeksploitasi new entry : (1) generasi new entry, (2) eksploitasi new entry, dan (3) umpan balik dari sumber daya (generasi new entry dan eksploitasi new entry).

Memahami dari mana keunggulan kompetitif berkelanjutan berasal, akan memberikan wawasan tentang bagaimana wirausahawan dapat menghasilkan new entry yang cenderung memberikan dasar bagi kinerja perusahaan yang tinggi selama periode waktu yang panjang.

Agar seluruh sumber daya menjadi dasar dari kinerja superior perusahaan atas pesaing untuk periode waktu yang lama, sumber daya harus bernilai, langka, dan tak dapat ditiru (termasuk tidak dapat diganti).

Mengingat bahwa teknologi dianggap berharga bagi pelanggan dan tidak terlihat, maka dapat dipatenkan. Tujuan dari paten adalah untuk melindungi pemilik teknologi dari orang-orang yang akan meniru teknologi tersebut.

First mover

  1. Advantages
    1. Dapat mengembangkan cost leadership (lihat Tesla)
    2. Persaingan belum kompetitif
    3. Saluran (channel) penting bisa dibuat exclusive
    4. Posisi lebih baik untuk memuaskan pelanggan, bisa menetapkan standar baru
    5. Mendapatkan keahlian melalui partisipasi (terjun langsung dan tahu kurangnya apa)
  2. Disadvantages
    1. Environmental instability
    2. Customer uncertainty
    3. Short lead time

Strategies

  1. Limited reach strategy : Jelas, jadinya membatasi risiko, lebih fokus, nggak berantakan. Cari niche nya, bisa dari harga atau dari jenis barang (diferensiasi)
  2. Imitation -> mengurangi risk new entry, contohnya franchise. New entry utk lokasinya memang, tapi formulanya terbukti.

Week 2 : Kreativitas Ide Bisnis, Identifikasi dan Analisis Peluang Domestik dan Internasional

Trends of the next decade : Wearable, Green trend, payments, maker trend (DIY), mobile trend, health trend, IoT

(already happening now)

Sumber ide baru

  1. Konsumen
  2. Produk dan layanan (dipantau dan dievaluasi metricnya)
  3. Saluran distribusi (dari katanya orang lapangan)
  4. Pemerintah
  5. RnD

Cara menghasilkan ide baru

  1. Focus Group Discussion
  2. Brainstorming
  3. Brainwriting
  4. Problem inventory analysis -> analogi jadinya

Pemecahan masalah kreatif

  1. Brainstorming
  2. Reverse brainstorming –> cari failure pointnya
  3. Metode Gordon -> umum ke khusus
  4. Checklist method
  5. Free association -> iterative thinking
  6. Forced relationships
  7. Collective Notebook
  8. Attribute Listing
  9. Big-Dream approach -> Toxic positivity / best case scenario
  10. Parameter analysis

Innovation

  1. Breakthrough innovation (new thing) -> steam engine
  2. Technological innovation (incremental upgrade) -> prop to jet
  3. Ordinary innovation, sehari hari. Market pull is stronger dan tech push. Bisa dari produk atau layanan baru ataupun klasifikasi baru.

Penilaian Peluang

  1. Bagian besar
    1. Mengembangkan ide, menganalisis pesaing, keunikan ide
    2. Market and growth analysis
  2. Bagian kecil
    1. Wirausahawan dan tim manajemen (internal analysis)
    2. Membuat timeline implementasis

Empat faktor pemengaruh bisnis: Politic, Economic, Social, Technological.

Lebih barunya ada PESTLE (+Legal and Environmental)

https://www.smartcapitalmind.com/what-is-the-difference-between-a-pest-and-pestle-analysis.htm

Motivations for going global

  1. Profits
  2. Competitive pressures
  3. Unique products or services
  4. Excess production capacity
  5. Declining home country sales
  6. Unique market opportunity
  7. Economies of scale
  8. Technological advantage
  9. Tax benefits

Perbedaan antara hasil yang direncanakan dengan hasil aktual mungkin signifikan dalam upaya untuk go global. Apa pun yang menurut pengusaha tidak akan terjadi kemungkinan besar akan terjadi, seperti perubahan signifikan dalam nilai tukar mata uang asing.

Go global implikasinya banyak, diantaranya legal dan administratif

Terkadang, variabel budaya, bahasa, dan faktor hukum dapat membuat pasar asing yang secara geografis dekat tampak jauh secara psikologis. Beberapa pengusaha Amerka Serikat menganggap Kanada, Irlandia, dan Inggris lebih dekat secara psikologis, karena kesamaan dalam budaya dan bahasa, daripada Meksiko yang mungkin lebih dekat jaraknya.

Masalah jarak psikologis

  1. Persepinya bule menganggap mereka sama, seperti australia, UK, USS.
  2. Kedekatan psikologis memudahkan untuk memasuki pasar

Entrance strategies

  1. Exporting
  2. Turn-key contracts
  3. Licensing
  4. Franchising
  5. Joint ventures
  6. Wholly owned subsidiaries

Pengurangan hambatan dalam go internasional sudah dibantu oleh treaty dan organisasi, diantaranya

  1. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
  2. NAFTA, EU, ASEANFTA

Week 3 : Rencana Bisnis: Membuat dan Memulai Usaha Serta Rencana Pemasaran

Rencana bisnis.

Business plan bisa ditulis sendiri atau outsource. Tergantung capability kita di bagian accounting/taxes, planning, forecasting, market research, sales, people management, product design, legal issues, tech.

Basically komponennya business plan.

Inget TAM SAM SOM:

TAM SAM SOM (tamsamsom.blogspot.com)

Faktor gagalnya rencana bisnis

  1. Sasaran tidak masuk akal
  2. Tujuan tidak terukur
  3. Komitmen kurang
  4. Pengalmaan kurang
  5. Planning failure point kurang
  6. Kebutuhan pelanggan tidak ada

Di marketing plan harus ada analisis pesaing.

Week 4 : Rencana Organisasi

Investor menuntut management untuk komitmen penuh padahal gaji rendah.

Bentuk hukum bisnis

  1. Sole Proprietorship : Tanggung jawab tidak terbatas
  2. Partnership : Tanggung jawab tidak terbatas tapi shared
  3. Corporation : Pisah antara kewajiban pribadi dan perusahaan

Corporation lebih ribet karena harus mendaftarkan nama, pasal pendirian, administratif, notaris…

Kelangsungan bisnis : Kalau owner meninggal bagaimana? Diteruskan family, atau selesai saja? Kalau di corporation karena shareholder banyak maka mudah ditunjuk baru. Apalagi kalau owner sama top level management beda orang. Nggak masalah.

Transferabilitas kepentingan (aneh bahasanya emang, intinya saham/kepemilikan)

Kalau di sole proprietorship ya suksesi. Cari penerus.

Kalau korporasi bisa jual saham, obligasi, diluar pinjam ke bank.

Kontrol manajemen

Kalau sole proprietorship full control, kalau partnership shared control, kalau corp tergantung shareholder (di RUPS) kita juga bisa mempengaruhi kalau punya banyak share.

Ketika organisasi mulai berkembang, jangan takut mendelegasi! Gabisa sendirian.

Mendesign organisasi

  1. Struktur organisasi
  2. Skema perencanaan, pengukuran, evaluasi
  3. Hadiah / insentif / remunerasi
  4. Kriteria pemilihan
  5. Pelatihan

Tim manajemen yang dibentuk

Harus bisa menjalankan tiga fungsi:

  1. Menjalankan rencana bisnis
  2. Identifikasi perubahaan mendasar dalam bisnis, ketika terjadi
  3. Membuat penyesuaian terhadap rencana berdasarkan lingkungan dan pasar, mempertahankan profitabilitas

Company culture.

Untuk menciptakan budaya yang efektif dan positif:

  1. Harus sesuai dengan strategi bisnis
  2. Lingkungan kerja nyaman (harmonis) sehingga karyawana termotivasi
  3. Harus cukup fleksibel untuk mencoba berbagai hal baru
  4. Waktu ekstra dalam perekrutan, kepemimpinan bahkan untuk individu itu penting.

Week 5 : Growth strategy & Implikasi Growth

Growth Strategies

Market development : lokasi baru, demografis baru, cara penggunaan produk baru.

Misalnya. Botol minum memang buat air, tapi bisa juga buat minyak.

Integrasi Produksi

  • Jenis jenis
    • Integrasi ke belakang mengacu pada mengambil langkah mundur (naik) pada rantai nilai tambah yang menuju pada bahan baku. Artinya produsen menjadi pedagang grosir bahan baku. Intinya, perusahaan menjadi pemasoknya sendiri.
    • Integrasi ke depan mengambil langkah maju (turun) pada rantai nilai tambah terhadap pelanggan. Artinya perusahaan menjadi pedagang grosir barang jadi. Intinya, perusahaan menjadi pembeli sendiri.
    • Integrasi horisontal. Terjadi pada tingkat yang sama dari rantai nilai tambah tetapi hanya melibatkan rantai nilai tambah yang berbeda, namun saling melengkapi.
  • Advantages
    • Peluang pertumbuuhan dengan knowledge base
    • Transaksi lebih efisien, keeping the money inside (kayak Samsung)
    • Dengan belajar sendiri bisa lebih efisien kedepannya, ada teknik” khusus yang muncul

Implikasi pertumbuhan bagi perusahaan :

Muncul tantangan manajerial di:

  • SDM : freelancer lebih enak kalau memang tidak harus training yg spesialisasi ke perusahaan, lebih mudah. Tapi sebaliknya juga kalau harus training panjang jangan freelance lah. Rugi di training.
  • Manajemen karyawan : via manajemen partisipatif karena karyawan jadi terlibat dan merasa dibutuhkan.
  • Waktu untuk mengurus perusahaan : bisa dengan meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, hubungan interpersonal, kesehatan yang baik, mengurangi ketegangan waktu (kasih slack). Intinya manajemen waktu.

Ada enam prinsip dasar manajemen waktu : keinginan, efektivitas, analisis, kerja tim, prioritizing, analisis ulang

Hubungannya apa ga dijelaskan.

  • Finansial : kontrol keuangan efektif, mengelola inventaris, memelihara catatan keuangan yang baik

Growth yang terlalu cepat akan jadi berantakan

Four Types of Entrepreneurs and Firm Growth

Tinggalkan Balasan